Amazon.com Widgets

Cara Menyelesaikan Rubik Untuk Pemula



Rubik… Siapa sih yang tak kenal dengan permainan asah otak satu ini? Pasti kamu-kamu pernah memainkannya kan? Rubik’s Cube atau bahasa Indonesianya disebut dengan Kubus Rubik atau cukup dengan Rubik saja, adalah permainan puzzle terlaris dalam sejarah. Sampai detik ini lebih dari 200 juta mainan rubik yang terjual di seluruh dunia… Itu baru jumlah puzzle rubik yang original alias berlisensi resmi, belum termasuk jumlah puzzle bajakannya:)

Puzzle mekanis ini diciptakan oleh seorang professor arsitektur asal negara Hungaria yang bernama Erno Rubik pada tahun 1974. Awalnya permainan ini dinamakan “Magic Cube” oleh penciptanya, tetapi kemudian pada tahun 1980 diubah namanya menjadi “Rubik’s Cube”

Banyak orang berasumsi bahwa permainan rubik ini hanya dapat diselesaikan oleh orang jenius saja… padahal kenyataannya tidaklah demikian. Puzzle rubik, sama seperti jenis-jenis puzzle lain (misalnya Sudoku), tentunya dapat diselesaikan oleh siapa saja… dengan catatan, menggunakan cara sistematis/metode tertentu. Ibarat kata, banyak jalan menuju ke Roma…tetapi jika kamu tidak punya peta/pegangan, siapa bisa jamin kamu bakal bisa sampai di tujuan??

Balik ke masalah metode tadi, ada beberapa metode menyelesaikan rubik yang telah dikembangkan di antaranya: Metode Lars Petrus, Roux, Guimond, Fridrich/CFOP, dan beberapa metode lain. Di antara metode-metode tersebut, yang paling terkenal dan paling banyak dipakai adalah metode yang dikembangkan oleh Jessica Fridrich yaitu CFOP, singkatan dari Cross+First Two Layers+Orient Last Layer+Permute Last Layer. Metode Fridrich ini banyak disukai karena mudah untuk dipelajari oleh pemula, walaupun jumlah rumus rubik (kita sebut ALGORITMA) lumayan banyak.

Untuk pemula, keempat langkah CFOP disederhanakan menjadi 7 langkah yaitu seperti diuraikan di bawah ini (panduan membaca notasi rubik dapat dilihat DI SINI):

1. Cross

Langkah pertama dimulai dengan membuat bentuk palang atau cross di salah satu sisi. Pilih salah satu bagian tengah (center) yang mau kamu jadikan dasar untuk cross misalkan center berwarna putih. Kemudian cari empat edge (piece rusuk yang hanya punya 2 stiker warna) yang memiliki warna putih dan letakkan pada posisinya (mengelilingi center putih) sehingga membentuk cross pada sisi putih. Perlu diketahui bahwa center pada rubik tidak pernah berubah posisi dan warna center adalah warna akhir dari suatu sisi, maka di keempat sisi samping dari cross putih harus memiliki warna yang terhubung kepada warna center di sebelahnya (lihat gambar).

 

Satu tip buat kamu: selalu pegang rubik dengan sisi yang ada cross-nya hanya menghadap ke satu arah (misalnya ke atas atau ke bawah). Jangan terlalu sering memutar-mutar rubik. Cara ini akan memudahkan kamu menemukan di mana crossnya berada. Kalau tidak, tentunya akan menyulitkan kamu dalam menyelesaikan cube, karena posisi hadap yang berubah-ubah. Putar cube menurut salah satu sumbu, misalnya sumbu Y (Y-axis). Saya menyarankan untuk solving dengan cross di sisi bawah (D-Cross) yang ditemukan oleh Master Katsuyuki Konishi dari Jepang, dengan alasan agar nanti kamu akan mudah mempelajari metode yang lebih advanced (F2L).

Berikut ini beberapa kasus yang mungkin kamu temui saat membuat cross (menggunakan cross di sisi bawah):

Kasus 1: Edge putih ada di layer atas
Putar layer depan dua kali (F2), sehingga edge putih yang ada di atas pindah ke bawah.

 

R’ F R
Kasus 2: Edge putih ada di layer tengah
(R U R’) F2
Kasus 3: Edge putih ada di layer bawah, tetapi bukan pada tempat yang benar
Bawa edge ke layer atas dengan putaran 180 derajat (R2 atau F2), lalu pertemukan dengan warna yang benar kemudian putar menuju center putihnya. Misalkan edge warna merah-putih di RD, bawa ke layer atas dengan R2, pertemukan warna merah pada edge dengan center merah, lalu putar F2 untuk menempatkan edge merah-putih pada posisinya yang benar di FD.

 

2. Menyelesaikan Layer Pertama

Setelah kamu berhasil membentuk cross di sisi bawah, berikutnya adalah menyelesaikan keseluruhan lapis pertama seperti gambar di samping. Tetap letakkan cross di sisi bawah seperti pada langkah pertama. Carilah keempat corner (sudut, piece yang mempunyai 3 stiker) lapis pertama.

 

Kasus 1: Corner putih ada di layer atas
F’ U’ F
R U R’
(R U’ R’) U2 (R U R’)
Kasus 2: Corner putih ada di layer bawah
R U R’ U’ untuk membawa corner ke layer atas, kemudian selesaikan seperti pada kasus 2.

 

3. Menyelesaikan Layer Kedua (Second Layer)

Setelah berhasil membuat satu layer, misi berikutnya adalah menyelesaikan layer kedua/layer tengah sehingga membentuk rubik yang dua pertiga solved seperti gambar di samping.

Untuk langkah ini, kita harus mencari edge-edge yang seharusnya berada di layer tengah dan menempatkannya ke posisinya. Untuk lebih mudahnya kita abaikan saja edge yang memiliki warna stiker sisi atas (kuning), karena edge tersebut pastinya bukan berada di layer tengah, melainkan layer ketiga.

Kasus 1: Edge layer kedua ada di layer atas
(U R U’ R’) – (d’ L’ U L)

(U’ L’ U L) – (d R U’ R’)

 

Kasus 2: Edge layer kedua sudah pada tempatnya, namum posisinya terbalik
Solusinya, masukkan sembarang edge dari layer atas ke layer kedua, sehingga edge yang posisinya terbalik tadi ditendang ke layer atas. Kemudian masukkan kembali ke layer kedua dengan posisi yang benar. Caranya dengan menggunakan salah satu algoritma di atas. 

 

4. Membuat Cross di Sisi Atas

Selanjutnya kita akan membuat cross pada sisi atas seperti pada gambar di samping, yang dalam skema warna yang saya gunakan di sini adalah berwarna kuning. Total ada tiga kondisi yang ada dan dua algoritma mudah yang perlu dihapal.

 

 

Kasus 1: Dua edge yang berseberangan sudah jadi (Bentuk Garis)
(F R U) (R’ U’ F’)

Kasus 2: Dua edge yang bersebelahan sudah jadi (Bentuk Jam 9)
(F U R) (U’ R’ F’)

Kasus 3: Belum ada edge yang jadi
Lakukan algoritma Kasus 1, kemudian putar U2 (layer atas dua kali/180 derajat), lanjutkan dengan algoritma Kasus 2.

 

5. Orientasi Corner di Layer Atas

Perhatikan arah stiker kuning di lapis atas, lalu posisikan cube sesuai pola-pola di tabel bawah, kemudian lakukan algoritma:

R U R’ U R U2 R

Apabila belum semua stiker terorientasi atau sisi atas belum kuning semua, cocokkan posisinya kembali dengan pola di bawah lalu lakukan lagi algoritma tadi. Mungkin kamu harus beberapa kali mengeksekusi algoritma tersebut sebelum sisi kuning terbentuk sempurna.

Kasus 1: Tidak ada stiker kuning yang menghadap atas (Bentuk Cross)
Pegang cube dengan satu stiker kuning di corner kiri-atas-depan (LFU) menghadap ke kiri. 
Kasus 2: Satu stiker kuning menghadap atas (Bentuk Ikan)
Letakkan posisi stiker kuning yang sudah ter-orientasi di kiri-atas-depan 
Kasus 3: Dua stiker kuning yang sudah jadi
Apabila ada dua corner yang sudah ter-orientasi, pegang cube dengan stiker kuning di atas-kiri-depan menghadap ke depan 

6. Menempatkan Corner Layer Terakhir ke Posisi yang Benar (Permute Corners)

Langkah keenam ini bertujuan untuk membetulkan posisi corner pada layer ketiga yaitu warna-warna stiker pada corner telah sesuai dengan warna akhir dari rubik, seperti gambar di samping.

 

 

Urutan langkah yang harus kamu lakukan:

a. Periksalah apakah ada sepasang stiker yang sewarna pada satu sisi (pola lampu depan/headlights), seperti gambar di bawah.

Kalau ada, posisikan headlights di sisi depan (menghadap kamu) lalu lakukan algoritma di bawah ini.

x‘ (R U’ R) D2 (R’ U R) D2 R2 x


b.
Bila kamu tidak menemukan pola headlights, lakukan algoritma yang sama seperti di atas dari posisi mana saja.

c. Cek apakah masih ada pola headlights, jika ada posisikan headlights di depan dan lakukan lagi algoritma tadi.

7. Menempatkan Edge Layer Terakhir ke Posisi yang Benar (Permute Edges)

Akhirnya kita sampai pada tahap terakhir… Setelah langkah keenam, akan tersisa tiga atau empat edge pada layer terakhir yang belum terselesaikan.

Jika menemukan kondisi satu edge solved dan tiga edge yang belum solved, maka perhatikan arah pertukarannya. Adapun arah pertukaran ketiga edge tersebut bisa searah jarum jam (Clock Wise) atau berlawanan dengan arah jarum jam (Counter Clock Wise). Cara penyelesaiannya adalah sebagai berikut.

a. Pertukaran edge searah jarum jam (CW)

 

 

 

Lakukan algoritma:

F2 U L R F2 L’ R U F2

 

 

 

 

 

 

b. Pertukaran edge berlawanan arah jarum jam (CCW)

 

 

 

Lakukan algoritma:

F2 U’ L R’ F2 L’ R U’ F2

 

 

 

 

 

 

Perhatikan bahwa perbedaan kedua algoritma tersebut hanya pada notasi U dan U’, dimana untuk menukar edge searah jarum jam (kasus a) kita memutar layer U searah jarum jam juga. Demikian juga untuk sebaliknya. Notasi yang digaris-bawahi (misal L R’) berarti gerakan tersebut adalah satu kelompok, bila layer L bergerak ke bawah maka diikuti oleh R’, dan sebaliknya.

Apabila kondisi yang ditemukan adalah keempat edge belum solved, maka lakukan salah satu dari dua algoritma di atas dan kamu akan mendapatkan salah satu dari dua kondisi tersebut. Lalu lakukan sekali lagi algoritmanya.

SOLVED!!

Dengan melatih metode tujuh langkah ini dan disertai dengan latihan fingertrick, kamu bisa mencapai waktu solving di bawah satu menit. Bahkan beberapa anggota komunitas kami mampu menyelesaikan rubik menggunakan cara ini dengan waktu rata-rata di bawah 30 detik! (Tentu saja untuk menembus 20, 15, atau 10 detik memerlukan metode yang lebih advanced seperti full CFOP)

 

* Solusi lengkap rumus kubus rubik bisa dipelajari di buku saya  ”Kitab Sakti Master Rubik” yang berisi materi pemula sampai mahir untuk rubik standar, 2×2 sampai 7×7, megaminx, pyraminx, square-1, bahkan rumus dan metode untuk menyelesaikan rubik dengan mata tertutup. Bisa didapatkan di beberapa toko buku Gramedia atau beli di toko-toko buku online seperti:

http://www.bukukita.com/Hobi-dan-Usaha/Permainan/80408-Kitab-Sakti-Master-Rubik.html

http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/70072/kitab-sakti-master-rubik.html

 




47 Responses to “Cara Menyelesaikan Rubik Untuk Pemula”

  1. ishak says:

    saya sudah sampai pada langkah ke 7. tapi kasusnya adalah dua edge solved dan dua edge tertukar. mohon solusinya

  2. admin says:

    Berarti itu salah pasang. Pasti pernah copot kan? Coba dicongkel keluar edge yang tertukar. Caranya putar layer atas 45 derajat (miring) lalu congkel dengan tangan, obeng, atau alat lain.

  3. user says:

    saya selama ini belum bisa menyelesaikan ribick’s cube dengan sempurna. Berhari-hari saya baru bisa menyelesaikan 2 lapis saja, kenapa saya tidak bisa? Saya mencoba mencari di internet. Hingga saya mengasal tulis abelbrata.com. Sekira saya blog ini tidak ada tapi ternyata ada, saya cari cara solved rubick’s cube 3x3x3. akhirnya, saya bisa menyelesaikan rubick’s cube. Terima kasih Abel Brata.

  4. Catur says:

    algoritma x yg di langkah 6 itu maksud nya apa kk abelbrata?

  5. abdan syakuro says:

    terima kasih ya. lumayan nihh caranya!

  6. ma'ruf says:

    terimakasih yaa… yang dulunya lupa skarang sudah ingat lagi.. :)

  7. naufal says:

    kereen .. :)

    termakasihh yaa.. sangat berguna :)

  8. adrian says:

    ini abel brata asli bkn?

    Bkin tutorial bld dan xcross y..

    Sy baru intuitif f2l, 2look oll, full pll..

    Pb 21,40s

    thanks

  9. Choi Ha Jin says:

    thanks, so helpful :)

  10. dewi says:

    saya lupa,pdhl dulu lumayan jago,yg abis rumus ikan itu mulai lupa

  11. yusril says:

    gan mksdnya algoritma x itu mmutar yg mna?

  12. artex says:

    Cobain ah…
    Tolong dong dilengkapin juga penjelasan atau singkatan dari rumus2 seperti R F U, U R’ U2, dll.
    Thanks

  13. Akuama says:

    trikn speedcubing ada di buku yang mana ya ?
    harganya berapa ya ?

  14. ronny says:

    Mhn penjelasan di langkah 4,membuat cros di sisi atas. Pada kasus 1, pake rumus maka jadi kasus 2. Trus lanjut kasus 2 pake rumus maka kembali jadi kasus 1. Apanya yg salah? trims.

    • admin says:

      Sebelumnya pegang rubik dengan posisi seperti pada gambar pola. Jika di layer atas ada bentuk garis horizontal, maka pakai rumus 1. Jika membentuk pola jam 9, maka pakai rumus 2.

  15. nafis says:

    dg adanya rumus tadi aq bisa menyelesaikannya dg mudah. yg dulunya klo mau jadiin harus di copotin sekarang sudah menjadi mudah sekali ternyata!!! trima kasih atas bantuan rumus2nya.

    • admin says:

      Sama2… Tunggu tutorial level berikutnya yah:) Lebih asik kalo bisa solving dua lapis tanpa rumus:)

  16. Arthur says:

    thank… jadi sedikit ngerti !!

  17. wildan amiinuddin says:

    Saya sudah sampai langkah ke 7,tapi 2 edge solved dua edge tidak
    Saya sudah mencongkel edge itu sampai jadi semua,tapi saya hanya bisa menyelesaikan rubik itu 2 kali
    Saat yg ke tiga dua edge solved dan dua edge tidak solved lg
    Mohon bantuannya!

  18. Ryan says:

    maaf, saya ingin tahu, kalau cara menyelesaikannya dengan cara menyelesaikan bagian pojok (titik sudut) dahulu lalu dilanjutkan sisi tengah (antara 2 titik sudut) itu termasuk metode apa?

  19. Ika says:

    mau nanya.. klo pas ngerjain corner kuning ga bisa-bisa dan malah kembali ke bentuk cross itu kenapa yah??

    dan klo pas yg terakhir klo pertukaran edgenya abstrak (searah jarum jam engga. tidak searah jarum jam juga engga) itu solusinya gimana. harus diulang atau ada solusinya :D makasih

    • admin says:

      Perhatikan pola rumus rubiknya, sesuaikan cara pegang rubiknya dengan gambar. Masalah pertukaran edge rubik, lakukan saja salah satunya, yang mana saja. Berikutnya akan muncul salah satu dari kedua pola (jadi menyelesaikan permutasi edge rubiknya dalam dua langkah)

  20. wow penjalasan yang langkah-langkah yang bagus, bisa dijadikan referensi untuk model rubik saya. Saya sangat menggemari permainan ini. saya buatkan model komputasi untuk permainan rubik ini sampai ordo 10 x 10 x 10. bisa download program model rubik ini di blog saya. Model rubik ini merupakan game komputasi untuk permainan Rubik. salam kenal

  21. azmy says:

    haha gokil :)

  22. lullaby says:

    Fuyooh,,
    rumus2 nya berguna banget,, akhir nya ini rubik bisa juga gue nyelesai’in nya :-D
    thank’s y broh..

  23. christmemory says:

    Thanx banget ya buat tutornya ,sekarng aku udah bisa ,walau masih harus ngapalin rumus lagi :)

  24. alvicifi says:

    wahai tman taman bgimna cranya menyelesaikan rubik rumus T

  25. melda says:

    itu kasus 2 edge putih berada di tengah gmn cra’nya. udah ngikutin sesuai rumus ko ga ketemu2 sih. ga ada di tengah edge putihnya. gmn ya ?

    • admin says:

      Mungkinkah rubiknya pernah dibongkar dan salah pasang? Pokoknya kalau ketemu kasus yang unsolved, berarti salah pasang.

  26. Dhostra says:

    cara Beli buknya Gimana ?

    • admin says:

      Saya masih menyimpan 1 buah bukunya. Jika minat silakan call/sms/whatsapp 0897-0234-034

  27. dziebril says:

    bukunya masi ada ga boss?? udh klik link nya, tp dsana tidak tersedia lg.. thx

  28. Rinisti Ekaningrum says:

    Sejak aku punya rubik, aku hanya bisa jadiin tiga. yg lain masih acak-acakan. aku bingung. tp setelah baca ini, insyaallah aku bisa (belum dicoba). terimakasih triknya,,,

  29. alex says:

    thanks ya gan atas informasinya….
    ini postingannya baru bagus dri pada yg laen, karna ini lebih jelas dan cepat dimengerti…
    tpi ada masalah sedikit…
    gan sya sudah menyelesaikan langkah ke-5 tetapi headlights nya gak ada, gimna cara membuat headligts nya gan?
    mohon bantuannya gan

    • admin says:

      Kalau gak ada headlights, praktekkan aja rumus/algoritma yang di langkah tersebut. Akan muncul headlight, lalu execute algoritmanya sekali lagi.

Leave a Reply